Cerebration Warehouse "nienrin"
Senin, 05 Juli 2010
*Pelarian Terakhir* (cerpen)
Sebut saja Latif pria kurus bermata cekung dengan berbagai atribut pada baju yang dikenakannya, Mona dengan kemolekan tubuhnya yang sungguh membuat semua pria merasa berada pada ujung makna yang tak pernah bersinergi antara harapan dan kenyataan.
Malam itu Latif ingin sekali rasanya keluar dari kota yang setiap malam selalu sepi, hampir tanpa kehidupan. Dengan atribut lengkap dia kendarai motor kesayangannya yang di belinya dari seseorang yang kalah judi dan di jual cepat tepat sebulan yang lalu, selalu tampak gagah kalau dia di atas motor itu.
Gundah gulana hati Latif malam itu, dimana tepat sore tadi didapatinya seorang yang dia cintai dengan orang lain, begitu mesra bahkan terlalu vulgar. Tapi dikarenakan cinta yang begitu dalam, tak tersirat di benaknya untuk berbuat anarkis. Pikirnya panjang , dia terus melihat flashback pada kejadian sore tadi. Motor dibawanya melaju lebih cepat berharap meninggalkan kota itu secepatnya, kota yang penuh suka dan lebih banyak luka.
***
Mona wanita perkasa yang terpaksa menjajakan dirinya kepada pria hidung belang di sebuah kota, Mona begitu ayu, begitu manis dan begitu bersahaja. Tetapi sayang dia tak lebih dari seorang Wanita penghibur. Rutinitasnya tak pernah berubah setiap hari selalu seperti itu, itu dan itu terkecuali disaat dia datang bulan, selebihnya sama, tak pernah berubah hampir lebih 3 tahun belakangan ini.
Jauh didalam relung hati Mona selalu menangis dan terperih. Mona selalu ingin keluar dari kehidupannya hitam ini, penuh dosa. Dia lelah selalu mendapat gelar wanita penhancur rumah tangga orang, wanita penghibur, dan terlebih wanita murahan.
Sebelum beraktivitas Mona selalu menyediri dan menangis berat kakinya untuk dilangkahkan, tetapi apa boleh buat semua itu harus dilakukannya. Kalau tidak siapa yang akan membayar Rumah Sakit Ibunya yang sudah hampir 3 tahun menderita sakit, terlebih 12 hari terakhir Ibunya sedang berjuang menghadapi koma. Disana ada kedua adiknya yang selalu menjaga sang Ibu, jauh di Kota sana. Semakin terperih hati Mona, terlebih-lebih kedua adiknya hanya berjarak 3 tahun antara keduanya yang secara tidak langsung membuat tahun-tahun ini berat tuk Mona lewati bersama keluarganya, si tengah mau masuk SMA dan sedangkan Si bungsu mau masuk SMP benar-benar dilema besar sedang Mona hadapi.
2 hari lalu Mona baru pulang dari kotanya setelah 1 Minggu disana, hanya seminggu dia bisa kesan menjaga Ibunya, mungkin untuk yang terakhir kalinya. Ingin rasanya dia tetap berada disana menemani Ibu tetapi tak bisa karena biaya Rumah Sakit harus dia cari sebelum dia berangkat ke Kota dia "bekerja" tertulis dalam sebuah dalam nota Rp. 4.700.000 biaya selama 10 hari Ibu dirawat disana. Semua demi hidup Ibu, semua demi kasih sayang Ibu.
***
Latif menambah kecepatan motornya hampir 100 Km/jam, teramat kencang bagi Latif yang sedang terguncang. Sedangkan Mona berdiri manis disudut jalan perbatasan kota menunggu "pelanggan", malam itu Mona lain dari hari kemarin dia sangat elegan dengan busana yang dipakainya ditambah dengan sunpipit yang merekah disebelah bibirnya tak ayal bertambah manislah dia.
Tepat sebelum belokan Latif menambah kecepatan dan berniat melampaui mobil yang ada didepannya, berhasil satu mobil mampu dilewatinya, tetapi tanpa diduga sebuah motor dari arah lain entah kapan datangnya hampir saja menabraknya dengan kecepatan 80 Km/jam kewalahan Latif menghadapi dan mengontrol motornya tersebut dan "cittt, brak" Latif menabrak sesuatu dan Latif jatuh terpental jauh dari motornya begitu cepat kejadian tersebut sebelum orang-orang disekitarnya sadar, Latif telah berada di dalam mobil yang pada awalnya melewati kaca depan mobil tersebut yang telah di pecah karena ditabrak kepalanya. "brak" sesaat kemudian Latif terkulai lemas, darah keluar mengalir dari berbagai tempat ditubuhnya.
Latif menerawang jauh seblum kejadian tersebut, motor, mobil dan tikungan, malam ketika awal Latif berangkat dan senja ketika hatinya hancur lebur. Sesaat hilang matanya buram dan nafasnya mulai kacau, dalam hitungan menit semua selesai, pelarian Latif malam tadi sukses besar bahkan melebihi sukses bukan hanya dari kota kelahirannya Latif berhasil menjauh tetapi dari dunia ini. Selesai dalam beberapa menit saja.
Sementara benda yang tertabrak Latif sebelum dia terpental sudah tak bergerak lagi, ya tepatnya bukan benda mati tetapi mahluk hidup dia bernafas, dia ayu, dia elegan dan dia teramat manis dengan sunpipit disebelah bibirnya. kini keayuan, keleganan, kemanisan dengan sunpipit disebelah bibirnya lenyap dikarenakan kepalanya terbentur keras dinding jalan dan terseret di aspal hitam yang kini bercak merah kulitnya terkelupak dan darah deras mengalir tak berhenti beberapa saat kemudian berhenti bergerak dan tamat.
Mona si ayu, elegan, manis beserta sunpipit disebelah bibir menjadi korban ke-2 pada malam itu, tepatnya korban pelarian Latif. Kini bertambah luka dan duka bagi keluarga Mona entah saipa yang akan membayar biaya Rumah Sakit Ibunya, dan entah siapa yang dapat membiayai pendidikan adiknya, entah.
Persembahanku untuk semua orang yang tak pernah berlari dari hidup, selalu menghadapinya dengan gagah berani dan selalu bertanggung jawab atas kehidupannya.
Ade Rachmat Fikri
Disudut Kota Padang tercinta.
02.54 W.I.B 26 Mei 2010
Selasa, 15 Juni 2010
Lirik dan Chord (Dimana aku disini - Naif)

A D C#m C#
Bilakah engkau mengerti
F#m C# F#m E D
Semua yang ada di hati ini
A D C#m C#
Kuhanya ingin dekatmu
F#m C# F#m E D
Namun kau slalu meniadakan aku
F G
bukan engkau...
A C# F#m
Kau yang slalu bilang slalu bilang
E A D C#m Bm
Tuk tetap aku disini
E
Tidakkah berarti
A C# F#m
Bahwa yang kau bilang yang kau bilang
E A D C#m Bm
Kita saling memiliki
F#m E D
Dimana aku disini...
F#m E D
Dimana aku disini...
A
Dimana aku disini...
A D C#m C#
Pernahkah engkau sadari
F#m C# F#m E D
bahwa kau slalu meniadakan aku
F G
bukan engkau...
A C# F#m
Kau yang slalu bilang slalu bilang
E A D C#m Bm
Tuk tetap aku disini
E
benarkah berarti
A C# F#m
Bahwa yang kau bilang yang kau bilang
E A D C#m Bm
Kita saling memiliki
F#m E D
Dimana aku disini...
F#m E D
Dimana aku disini...
Dimana aku disini...
Musik : F#m E D 4x
D...
Lirik dan Chord (Dosakah Aku - Nidji)

[intro] D A
D
dosakah aku mencintaimu
A
mendampingimu inginkanmu
D
aku menjadi diri sendiri
A
tak peduli apa kata dunia
D
ku nanti hari ketika...
A
cinta datang cinta menang
D
jadi sayangku bertahanlah
A
bila terkadang mulutnya kejam
C#m F#m
peluklah aku
C#m F#m
Jangan menyerah
D E
mereka bukan hakim kita...
Bm D
bintang yang mempertemukan kita
A E
cinta yang mempertahankan kita
Bm D
oooo...tuhan dengarkan doa
A E
dari cinta yang terlarang
Bm D A E
Bm D E
D A E
Bm D
bintang yang mempertemukan kita
A E
cinta yang mempertahankan kita
Bm D
oooo...tuhan dengarkan doa
A E
dari cinta yang terlarang
Bm D
rasa yang mempersatukan kita
A E
cinta yang mempertahankan kita
Bm D
oooo...tuhan dengarkan doa
A E
dari cinta yang terlarang
Bm D A E
cinta dan rasa bersatu di doa
Bm D A E
berharap cinta kita yang terlarang
Bm D A E
berharap cinta kita yang kan menang
MUNCULNYA HADITS PALSU
Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam telah mengisyaratkan bahwa akan ada nanti orang-orang yang membuat hadits palsu dengan sabdanya:
"Akan datang di akhir zaman nanti para dajjal dan pendusta, mereka mendatangimu dengan hadits-hadits yang belum pernah kamu dengar juga belum pernah di dengar oleh bapak-bapak kamu, maka berhati-hatilah kamu dari mereka, jangan sampai mereka menyesatkan kamu dan menimbulkan fitnah terhadapmu." (HR Muslim)
Derajatnya dalam ilmu Mushthalah Hadits adalah termasuk kedalam bagian dari hadits dhaif bahkan pada derajat yang paling rendah.
Hukum meriwayatkannya: Para ulama bersepakat bahwa tidak halal bagi seseorang untuk meriwayatkan suatu hadits dalam makna apapun yang telah diketahui kepalsuannya keculai disertai dengan penjelasan tentang kedustaanya dengan tujuan untuk memperingatkan orang-orang awam yang tidak mengetahui agar tidak tertipu dengan hadits tersebut. Karena Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam bersabda:
"Barangsiapa menyampaikan suatu perkataan dariku yang telah diketahui bahwa itu adalah kedustaan yang dibuat-buat, maka ia termasuk salah seorang pendusta." (HR. Muslim)
Cara-cara yang digunakan oleh pembuat hadits palsu:
Dengan membuat kalimat sendiri, kemudian disusun sebuah sanad (mata rantai perawi hadits) lalu diriwa-yatkan kepada orang lain.
Atau dengan mengambil kata-kata ahli hikmah atau nasehat, kemudian dibuat rantai sanadnya.
Cara mengetahui hadits maudu':
Pengakuan dari si pemalsu itu sendiri,
Seperti:
* Pengakuan Abi Ishmah Nuh bin Abi Maryam bahwa ia telah memalsu hadits tentang fadhail Al Qur'an surat demi surat.
* Abdul Karim bin Abil-'Auja'. Dia dibunuh oleh Muhammad bin Sulaiman Al-Abbasy, seorang Amir di negeri Basrah. Sebelum dibunuh ia berkata: "Aku telah membuat empat ratus ribu hadits palsu, aku halalkan yang haram dan aku haramkan yang halal."
Senada dengan pengakuannya
Seperti seseorang yang meriwayatkan suatu hadits dari seorang syaikh, namun ketika ia ditanya tahun kelahirannya, ternyata ia lahir setelah wafatnya syaikh tersebut, dan tidak pernah didengar hadits itu kecuali dari dirinya. Ini sudah menunjukkan pengakuan kedustaannya.
Contoh: Al-Makmun bin Ahmad Al-Harawy mengaku telah mendengar hadits dari Hisyam bin Ammar. Ketika Al-Khatib Ibnu Hibban bertanya kepada Al-Makmun "Kapan engkau masuk Syam (Negeri tempat tinggal Hisyam)?" Ia menjawab, "Tahun 250 H". Ibnu Hibban berkata, "Hisyam yang kamu riwayatkan tadi wafat tahun 245 H". Al-Makmun menjawab untuk berkelit, "Ini Hisyam bin Amar lainnya."
Tanda-tanda pada si perawi Hadits
Seperti seorang syiah rafidhah meriwayatkan hadits tentang keutamaan-keutamaan shahabat Ali bin Abi Thalib dan Ahlul bait; atau seseorang yang bertaqlid kepada mahzab tertentu kemudian membuat hadits palsu untuk merendahkan mahzab-mahzab lainya. Seperti kisah Al-Makmun bin Ahmad Al-Harawy. Ketika disampaikan kepadanya tentang Imam Syafi'i yang banyak pengikut di Khurasan. Begitu ia mendengar itu ia langsung menyusun sanad sendiri, lalu membuat hadits palsu berbunyi: "Akan datang nanti di antara umatku seorang yang bernama Muhammad bin Idris (yaitu Syafi'i), dia lebih berbahaya bagi umatku daripada Iblis. Akan datang nanti di antara umatku seorang yang bernama Abu Hanifah, dia adalah pelita bagi umatku."
Tanda-tanda yang terdapat pada riwayatnya
Seperti lafal hadits yang rancu; mengandung makna yang rusak, keji dan jelek; atau bertentangan dengan dalil-dalil Al Qur'an, Sunnah dan Ijma': atau tidak bisa diterima oleh akal yang sehat (akal yang tidak menyimpang dari sunnah), dan kenyataan yang ada; atau melampaui batas dalam menentapkan ancaman Allah terhadap perkara kecil, dan melampaui batas dalam menetapkan janji Allah terhadap perkara yang sepele.Seperti: Abdurrahman bin Zaid bin Aslam meriwayatkan hadits "Sesungguhnya perahu Nabi Nuh tawaf di Ka'bah tujuh kali, kemudian shalat di maqam Ibrahim."
Dorongan para pemalsu hadits
1.Untuk mendekatkan diri kepada Allah
Mereka memalsu hadits dengan tujuan menyemangati manusia untuk berbuat baik, atau memperingatkan mereka agar tidak berbuat kemung-karan. Mereka kebanyakan adalah kaum yang mendakwakan dirinya orang-orang zuhud ataupun orang-orang sufy. Karena perbuatan mereka itulah banyak tersebar bid'ah dan khurafat dalam Islam. Mereka menganggap baik perbuatan itu. Padahal, mereka telah menipu dan menyesatkan manusia dari jalan kebenaran. Mereka itu adalah sejelek-jelek pemalsu hadits. Contohnya adalah Maisarah bin Abdi Rabbihi, ketika ia ditanya oleh Ibnu Mahdy, "Dari mana kamu dapatkan hadits "Barang-siapa yang membaca ini maka akan begini?" Ia menjawab. "Aku memalsu-kannya untuk menyemangati manusia."
Diantara meraka adalah suatu kelompok ahlul bid'ah yagn disebut Karramiyah, mereka membolehkan membuat hadits palsu hanya untuk tujuan menyemangati manusia berbuat baik, atau memperingatkan mereka agar tidak berbuat kemungkaran.
Bahkan sebagian dari kaum Karamiyyah ada yang berkata: "Kami tidak berdusta atas nama Rasulullah, tapi kami berdusta untuk kepentingan Rasulullah". Ini pada hakikatnya adalah perkataan orang-orang dungu. Apakah mereka lupa atau pura-pura lupa bahwa agama Islam ini telah disempurnakan, tidak membutuhkan tambahan dan pengurangan. Dan Rasullah tidak butuh penetapan syariat yang bersandar pada kedustaan.
2.Membela mahzab atau kelompoknya
Terlebih lagi mazhab kelompok yang condong pada masalah politik setelah meletus fitnah ditengah-tengah ummat dan bermunculan kelompok-kelompok yang dilatarbelakangi kepentingan politik seperti syiah atau khawarij. Mereka adalah kelompok yang hanya bersandarkan atas hawa nafsu dan pemikiran semata, tidak memiliki pijakan atas Sunnah. Maka masing-masing membuat hadits palsu dengan tujuan untuk memperkokoh mazhab mereka. Seprti hadits "Ali adalah sebaik-baik manusia, barang siapa ragu maka ia talah kafir"
3.Mencela Islam
Mereka adalah kaum zindiq, yang menampakkan keislaman namun mereka pada hakikatnya adalah kafir. Mereka tidak mampu untuk menghan-curkan Islam secara terang-terangan, maka mereka masuk melalui cara ini. Dengan membuat-buat hadits yang berisi celaan dan kejelekan tantang Islam, kemudian memasukkan keraguan kaum muslimin terhadap Agama Islam. Contohnya adalah Muhammad bin Sa'id Asy-Syamy yang meriwayatkan hadits "Aku adalah penghujung para Nabi, tiada lagi nabi sesudahku keculai kalau Allah menghendaki." Ia telah menambah kalimat "kecuali kalau Allah menghen-daki" ke dalam hadits yang sahih. Ia termasuk golongan para zindiq yang kemudian dibunuh dan disalib.
4.Mencari perhatian penguasa
Banyak dilakukan oleh ulama-ulama su' (jelek perangainya), mereka ingin mendekatkan diri kepada penguasa dengan cara membuat-buat hadits yang disesuaikan dengan keadaan para penguasa walaupun dalam penyimpangan yang dilakukan oleh penguasa tersebut. Seperti kisah Ghiyats bin Ibrahim An-Nakha'i Al-Kufy dengan Amirul mukmin Al-Mahdy. Ketika ia bertemu dengan Al-Mahdy yang sedang bermain burung, ia membawakan sebuah hadits "Tiada permainan yang bermanfaat kecuali dalam berpedang, lari dan pacuan kuda"
Ini adalah hadits shahih, tapi ia menambahkan setelahnya dengan kalimat "dan bermain burung" karena ingin mendapatkan perhatian dari Al-Mahdy. Tapi kemudian Al Mahdy mengetahui kedustaannya dan menyuruh untuk menyembelih burung tersebut.
5.Mencari penghasilan
Seperti perbuatan tukang cerita yang mencari uang dengan cara menyempaikan hadits kepada manusia. Mereka terkadang membuat cerita-cerita yang aneh dan menakjubkan yang bisa membuat orang tercengang dan tertarik untuk mendengarkannya kemudian mereka mendapatkan uang dari orang yang mendengarkan cerita itu.
6.Ingin Terkenal
Dengan cara membawakan hadits yang terdengar asing/aneh dan tidak pernah didapatkan dari seorang ulama haditspun. Baik dengan cara membolak-balik sanad sehingga menjadi asing dan orang-orang ingin mendegarkannya.
Alhamdulillah, begitu besar Rahmat Allah kepada hamba-Nya Allah memunculkan di muka Bumi ini para ulama pewaris Nabi yang berjuang dengan lisan, tangan, dan pena. Mereka menghapuskan penyimpangan yang dilakukan oleh orang-orang yang sesat, penafsiran orang-orang yang bodoh, dan penyelewengan orang yang extrim.
Merekalah para ahlul hadits yang rela menghabiskan waktu untuk mencari hadits dan mengoreksi kesahihannya. Mereka tidak segan-segan untuk melakukan perjalanan yang panjang walaupun hanya untuk mendapatkan satu hadits. Kepada merekalah kita bertanya, kitab-kitab merekalah yang harus kita pelajari karena mereka memang ahli dalam ilmu hadits. Agar kita memiliki ilmu sebelum mengungkapkan sebuah hadits sehingga tidak terjerumus kedalam ancaman bagi orang-orang yang berdusta atas nama Rasulullah. Karena tidak kita pungkiri lagi bahwa sudah banyak tersebar hadits palsu di mata masyara-kat kita, contoh yang paling populer adalah: "Perselisihan umatku adalah rahmat"
(Muhammad Yasir)
Maraji':
1. Ba'itsul Hatsits, Syarh Ahmad Muhammad Syakir.
2. Taisirul Mushthalah, Dr. Mahmud Ath-Thahhan.
*semoga bermanfaat
Senin, 14 Juni 2010
Talempong (wujud Seni Sumatera Barat)
Talempong adalah alat musik tradisional Minangkabau, biasanya terbuat dari kuningan dan bentuknya mirip dengan alat musik gamelan yang ada dijawa. Talempong ini telah disusun sesuai dengan tangga nada yang ditentukan oleh masing-masing lempengan batu tersebut, sehingga bisa dimainkan mengikuti irana lagu Tradisional Minangkabau.
Talempong sering digunakan untuk menyambut tamu istimewa yang datang ke Agam serta ditampilkan pada berbagai iven kesenian. Pengrajin alat musik khas Minangkabau ini hampir habis. Namun di Kecamatan Sungaipuar, sebuah nagari di kaki Gunung Marapi masih terdapat beberapa penduduk yang bekerja sebagai pengrajin talempong. Talempong yang diproduksi ribuan jumlahnya dan merambah seluruh daerah Sumatera Barat, juga telah memasuki pasar Riau, Medan, bahkan Negara Malaysia, Singapura dan Australia.
Bahan pembuat talempong kuningan terdiri dari campuran logam, perunggu, kuningan, tembaga dan besi. Pengrajin talempong yang andal berasal dari Tonkin datang ke Minangkabau ketika perpindahan penduduk Asia Tenggara pada zaman perunggu. Kini, talempong jadi salah satu warisan budaya masyarakat Minangkabau yang diperoleh turun temurun dan termasuk salah satu musik instrumental yang merupakan jenis esambel musik dan alat musik.
Untuk menghasilkan bunyi yang rasikal talempong diberi pelapisan tersendiri, guna menyelaraskan merendah dan meninggikan frekwensi dan nada. Pelaras talempong ini dapat dilakukan dengan dua cara:
1) Pelarasan pentatonik yang dilakukan secara manual
2) Pelarasan diatonik dengan menyesuaikan nada talempong dengan nada piano .
Permainan talempong tercermin dalam ungkapan adat, baaguang - batalempong, bapupuik batang padi,Artinya memainkan gong dan talempong, memainkan puput batang padi, musik talempong menjadi bagian dari upacara adat yang ada di minangkabau.
English Version
Talempong is Minangkabau traditional music instrument, usually made of brass and shaped like a gamelan musical instruments that exist in Java. Talempong has been prepared in accordance with scales determined by each stone slab, so that songs can be played followed irana Traditional Minangkabau.
Talempong often used to welcome a special guest coming to the Agam and displayed at various art iven. Typical musical instrument craftsman of Minangkabau is almost gone. But in District Sungaipuar, a village at the foot of Mount Marapi still there are some people who worked as a craftsman Talempong. Talempong produced thousands of them and crawl the entire region of West Sumatra, has also entered the market, Riau, Medan, even Negara Malaysia, Singapore and Australia.
Talempong preservative consisting of a mixture of metals brass, bronze, brass, copper and iron. Talempong a reliable craftsmen came from Minangkabau Tonkin when it comes to population movement in the Bronze Age of Southeast Asia. Now, Talempong be one of the cultural heritage of Minangkabau society acquired hereditary and included one of instrumental music which is a type of music and musical instruments esambel.
To produce a sound that rasikal Talempong given special coatings, to harmonize and elevate the frequency and condescending tone. Talempong Pelaras This can be done in two ways:
1) pentatonic tunings are done manually
2) by adjusting the tone of diatonic tunings Talempong with piano tone.
Talempong game is reflected in the customary phrase, baaguang - batalempong, bapupuik rice stem, means playing gongs and Talempong, plays puput batang padi, music Talempong be part of traditional ceremonies that are traditional.
Nature and contents are not the heritage of ancestors, but the deposit of Children's grandson.

What is implied from these words? a twist that to mean that nature is not just for us who are enjoying the world today, but for the next day we dedicate this Earth for future generations. Are we going to be fair with them? or not? whether they will smell of Roses? or they just smell the carbon right? what they will see directly in the Big Cats in the wilderness? or they could only see in movies that are already archived it?
What is the meaning of the earth when there's no green? where is the source of our breath for tomorrow? whether there is still a true beauty on Earth for a period of 150 years later? all the answers that would only exist when we can save it all, not just with words but deeds and lives. Is so extreme? Answer is yes if it's all been very extreme. Remember not to think too much about yourself, there are many creatures out there that we are begging for help. Man Or we can only be destructive course? whether it is a reflection of who created the most perfect creature in advance of this Earth?
Did you ever think, we Humans had always thought about the euphoria of the future. Even Optimistic Over the character too, but have we ever thought about the future of other people, at least our children's future. Will they be born without having a patriotic spirit will of Nature and Environment, or they all would only listen, but do not feel it.
Moreover, the lack of flooding, erosion, landslides, forest fires, the extinction of endangered animals, etc.. Is this normal? or extraordinary? whether we are going to ask for accountability jawabanan on nature and even blamed him for a loved one because of his disability affected by landslides, or we will blame them when a loved one died during the flood victims. Ironic fact that happened while we alone who killed our loved it with indirect.
Remember our Earth is old, already bald and even the fleas in the skin Bumipun already extinct one by one. Usiakah eaten or eaten their age? it's time to make changes to a more meaningful for our lives together, and for our grandchildren later.
Do not be so detrimental to human creatures, it's not his time again we raced each other to exhibit the perfection of us, when what we actually lower than the lowest creatures. Remember the adage about "a mother of tiger not even bear to eat her own child" if this does not apply to us human.
Alam dan isinya bukan warisan Nenek moyang, tapi titipan Anak Cucu...

Apa artinya bumi bila tak ada warna hijau ? dimana letak sumber pernafasan kita untuk esok ? apakah masih ada keindahan sejati di Bumi untuk jangka waktu 150 tahun kemudian ? semua jawaban itu hanya akan ada ketika kita bisa menyelamatkan itu semua, bukan hanya dengan kata tetapi perbuatan dan nyawa. Apakah dengan begitu ekstrimnya ? Jawabnya ya kalau memang semua sudah teramat kelewat batas. Ingat jangan terlalu memikirkan diri sendiri, masih banyak makhluk diluar sana yang memohon minta pertolongan kita. Atau kita Manusia memang hanya bisa menjadi perusak saja ? apakah itu cerminan dari makhluk yang tercipta paling sempurna dimuka Bumi ini ?
Pernahkah kamu berfikir, kita Manusia selalu membayangkan akan euforia masa depan. Bahkan bersifat terlalu Over Optimis, tapi pernahkah kita memikirkan untuk masa depan orang lain, minimal anak kita nantinya. Apakah mereka akan lahir tanpa mempunyai jiwa yang patriot akan Alam dan Lingkungannya, atau mereka semua hanya akan mendengarkannya saja, tetapi tidak merasakannya.
Apalagi yang kurang banjir, erosi, longsor, kebakaran hutan, kepunahan hewan-hewan langka, dll. Apakah ini biasa ? atau luar biasa ? apakah kita yang akan meminta pertanggung jawabanan pada alam bahkan menyalahkannya karena orang yang kita sayangi cacat karena rumahnya terkena longsor, Atau kita akan menyalahkan mereka ketika orang yang kita sayangi wafat saat menjadi korban Banjir. Ironis sedangkan fakta yang terjadi kita sendirilah yang membunuh orang yang kita sayangi itu dengan tidak langsung.
Ingat Bumi kita sudah tua, sudah mulai botak bahkan kutu-kutu di kulit Bumipun sudah mulai punah satu-persatu. Dimakan usiakah mereka atau dimakan zaman ? sudah saatnya melakukan perubahan yang lebih berarti untuk kehidupan kita bersama, serta untuk anak cucu kita nanti.
Jangan jadi Manusia yang merugikan makhluk lainnya, sudah tidak zamannya lagi kita berlomba-lomba untuk memamerkan kesempurnaan kita, padahal yang sebenarnya kita lebih rendah dari makhluk yang paling rendah. Ingat pepatah tentang ”bahkan seekor induk Harimaupun takkan tega memakan anaknya sendiri” apakah ini tak berlaku bagi kita Manusia.
* diambil dari tulisan lama qu di sebuah blog.. dipertengahan tahun 2008