Senin, 14 Juni 2010

Talempong (wujud Seni Sumatera Barat)


Talempong adalah alat musik tradisional Minangkabau, biasanya terbuat dari kuningan dan bentuknya mirip dengan alat musik gamelan yang ada dijawa. Talempong ini telah disusun sesuai dengan tangga nada yang ditentukan oleh masing-masing lempengan batu tersebut, sehingga bisa dimainkan mengikuti irana lagu Tradisional Minangkabau.

Talempong sering digunakan untuk menyambut tamu istimewa yang datang ke Agam serta ditampilkan pada berbagai iven kesenian. Pengrajin alat musik khas Minangkabau ini hampir habis. Namun di Kecamatan Sungaipuar, sebuah nagari di kaki Gunung Marapi masih terdapat beberapa penduduk yang bekerja sebagai pengrajin talempong. Talempong yang diproduksi ribuan jumlahnya dan merambah seluruh daerah Sumatera Barat, juga telah memasuki pasar Riau, Medan, bahkan Negara Malaysia, Singapura dan Australia.

Bahan pembuat talempong kuningan terdiri dari campuran logam, perunggu, kuningan, tembaga dan besi. Pengrajin talempong yang andal berasal dari Tonkin datang ke Minangkabau ketika perpindahan penduduk Asia Tenggara pada zaman perunggu. Kini, talempong jadi salah satu warisan budaya masyarakat Minangkabau yang diperoleh turun temurun dan termasuk salah satu musik instrumental yang merupakan jenis esambel musik dan alat musik.

Untuk menghasilkan bunyi yang rasikal talempong diberi pelapisan tersendiri, guna menyelaraskan merendah dan meninggikan frekwensi dan nada. Pelaras talempong ini dapat dilakukan dengan dua cara:

1) Pelarasan pentatonik yang dilakukan secara manual

2) Pelarasan diatonik dengan menyesuaikan nada talempong dengan nada piano .


Permainan talempong tercermin dalam ungkapan adat, baaguang - batalempong, bapupuik batang padi,Artinya memainkan gong dan talempong, memainkan puput batang padi, musik talempong menjadi bagian dari upacara adat yang ada di minangkabau.


English Version


Talempong is Minangkabau traditional music instrument, usually made of brass and shaped like a gamelan musical instruments that exist in Java. Talempong has been prepared in accordance with scales determined by each stone slab, so that songs can be played followed irana Traditional Minangkabau.

Talempong often used to welcome a special guest coming to the Agam and displayed at various art iven. Typical musical instrument craftsman of Minangkabau is almost gone. But in District Sungaipuar, a village at the foot of Mount Marapi still there are some people who worked as a craftsman Talempong. Talempong produced thousands of them and crawl the entire region of West Sumatra, has also entered the market, Riau, Medan, even Negara Malaysia, Singapore and Australia.

Talempong preservative consisting of a mixture of metals brass, bronze, brass, copper and iron. Talempong a reliable craftsmen came from Minangkabau Tonkin when it comes to population movement in the Bronze Age of Southeast Asia. Now, Talempong be one of the cultural heritage of Minangkabau society acquired hereditary and included one of instrumental music which is a type of music and musical instruments esambel.

To produce a sound that rasikal Talempong given special coatings, to harmonize and elevate the frequency and condescending tone. Talempong Pelaras This can be done in two ways:

1) pentatonic tunings are done manually

2) by adjusting the tone of diatonic tunings Talempong with piano tone.

Talempong game is reflected in the customary phrase, baaguang - batalempong, bapupuik rice stem, means playing gongs and Talempong, plays puput batang padi, music Talempong be part of traditional ceremonies that are traditional.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar